Sebuah Refleksi Hidup

Jika kita berfikir hidup itu untuk berbagi maka anda pasti mengerti bahwa keberadaan anda sekarang sangat berharga


"Kapan kamu terlihat bodoh" kata bu guru waktu saya sekolah dulu, ketika masuk pelajaran bahasa Indonesia mencari padanan kata dari antonim, homonim dan sinonim dalam sebuah kalimat. Bodoh dan terlihat bodoh jelas berbeda. Bodoh adalah anggapan orang terhadap kelakuan kita sedangkan terlihat bodoh adalah perasaan kita terhadap diri kita sendiri yang disebabkan oleh keadaan. Pelajaran itu didapati sewaktu masih sekolah dasar dan terjadi pengulangan walau sepintas di sekolah menengah, namun kisah ini terjadi beberapa tahun kemudian yaitu sewaktu kuliah.

Namanya Kuncuro Wibowo panggil saja dia dengan sebutan Kukun. Kegemaran berkenalan dengan siapa saja, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek apalagi remaja putri. Chating belum begitu ngetop saat itu. Jadi untuk ukuran mahasiswa telepon koin tetap terfavorit oleh karena itu jangan salahkan sewaktu kukun berjalan maka gemerincing koin selalu terdengar dari kantong celananya yang agak kedodoran maklumlah celana model baggy masih belum hilang dari peredaran. Sore itu kenalan dari seorang teman hendak disambanginya dalam menambah rentetan kenalan pada buku telepon genggam yang sudah terlihat lusuh. " Vid sore ini temanin aku yah, rada grogi soalnya ini perumahan perbankan" katanya, mencoba membujuk.

Sore itu Kukun mengajak ke daerah Galur sari Senen Jakarta pusat, setahu saya tidak ada perumahan perbankan disini , Semakin kedalam rumah semakin rapat, saya semakin bingung " Kun katanya perumahan perbankan kok lewat sini ?" tanya saya. Kukun cuma senyum " ya ini dia " katanya sambil ngomong " permisi bang ... permisi bang" karena banyaknya anak muda bergerombol di gang menuju alamat, jadi itulah yang dimaksud dengan perumahan perbankan...sebentar-sebentar ngomong "permisi bang".

Tiba-tiba kukun berhenti, alamat pada kertas tidak menunjukan nomor rumah, sebenarnya ada cuma saya lihat terhapus karena keringat sehingga yang nampak cuma goresan tinta yg kabur. Nama yang dicari adalah Novita Sari, disekolah dikenal dengan nama Vita, tetapi setelah ditanya orang didaerah situ tidak ada yang mengenal Vita. Sore hari pada perumahan yang terbilang cukup padat itu nampak banyak sekali ibu-ibu, anak-anak dan pemuda ngerumpi di pinggir gang, mungkin setelah letih bekerja seharian maka sore adalah waktu untuk besosialisasi dengan tetangga dan malam waktu untuk keluarga " Kalo nama Vita ngga ada de , nama lengkapnya ada gak trus ade ini temannya atau saudaranya" beruntun pertanyaan ibu itu. " Ngga bu dia kenalan baru jadi sekalian mempererat tali silaturahmi kami mau main kerumah dia , ini dia nama lengkapnya bu " kata Kukun kepada ibu itu " ooo jadi baru mau kenalan toh oke deh " kata ibu tersebut dengan gaya khas betawi.....tiba-tiba dia teriak " SIAPA YANG BERNAMA EVITASARI AYO KESINI ADA YANG MAU KENALAN" teriakan ibu itu membuat satu kampung heboh. Penglihatan saya gelap.....malunya minta ampun.....kukun cuma cengengesan, untuk hal yang satu ini dia memang bermuka badak, asli tidak dibuat-buat.

Tiba-tiba seorang gadis keluar dari kerumunan "...mas cari mbak sari..ya..eh maksud saya...mbak vita ayo masuk dia nunggu didalam..." kata seorang gadis kecil yang ternyata adiknya Vita, dia memang dikenal dengan panggilan Sari dirumah , sedangkan dia sendiri tidak mau keluar takut di ledekin tetangga dan yang paling miris adalah ternyata rumahnya tepat di belakang kami berdiri.....

0 komentar:

Posting Komentar

Menu Pencarian

Cermin

Tidak ada yang lebih menarik selain senyuman melihat rekaman cerita oranglain dan berharap tidak ada pantulan bayangan yang menerpa diri kita

Untuk Rumah Ilmu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Tukaran Link

Sebuah Titik


silahkan sorot pada text di dalam tabel


Indonesian Blogger