Sebuah Refleksi Hidup

Jika kita berfikir hidup itu untuk berbagi maka anda pasti mengerti bahwa keberadaan anda sekarang sangat berharga



Have you met your God , and what He said to you " kata seorang atasan yang berasal dari Jepang dengan nada bercanda kepada seorang teman setelah selesai melaksanakan sholat ashar di kantor. " He just smiles to me" jawab teman sambil lalu. " Yesterday, I prayed for God and suddenly All of my problems have been solved " katanya meneruskan. Teman tersebut hanya diam mendengarkan dalam hatinya dia berkata " mana mungkin Allah lebih memperhatikan doa orang yang non muslim dari pada doaku".



" Aku bersama prasangka hambaku" begitulah secara maknawi kira-kira bunyi sebuah hadist qudsi. Hambaku yang mana ? tentu, semua hamba ciptaan Allah tanpa terkecuali. Setiap agama mempunyai kriteria terkabunya sebuah doa, tetapi secara umum doa harus diyakini dan dirasakan akan terkabul karena Tuhan maha mendengar lagi maha mengetahui, kepadaNyalah kembali segala doa.

Pak Jafri pemilik rumah makan masakan padang yang juga pemilik warung kelontong di seberang rumah makan tersebut beberapa kali menguji keyakinan para pengemis yang datang ke warungnya. Hari itu Pak Jafri berada di warung sedangkan rumah makan dijaga oleh anak dan istrinya. Kebetulan saya sedang lewat dan mampir sebentar. " Vid kita sering berdo'a kepada Allah, tapi kita sering tidak yakin atau justru tidak merasakan apa-apa bahwa doa kita akan terkabul, seperti berbicara di ruang hampa, lalu setelah itu hilang. Nah ini ada pengemis datang, kemungkinan dia akan meminta kepada kita, lalu kita beri apa yag dia minta ...hanya saja dia mau percaya gak" kata Pak Jafri. Waktu itu terlihat seorang pengemis sedang meminta pada beberapa rumah disamping warungnya.

" Pak... bagi uang pak...sudah lama gak makan..." kata pengemis tersebut dengan memelas. Pengemis itu masih sangat muda, entah mengapa dia mengubur potensi tenaganya untuk bisa bekerja secara terhormat dan malah diganti dengan mengemis. " Kamu ini mau makan atau mau uang....pilih salah satu" kata Pak Jafri sambil tersenyum " terserah bapak ...saya sih yang mana saja toh kalo dikasih uang ...akan saya gunakan buat beli makan" kata pengemis tersebut. " ya sudah ini, bawa ini ke rumah makan padang di seberang jalan dan kamu minta saja apa saja yang kamu mau " kata pak Jafri sambil memberikan sehelai daun yang diambil di pekarangan rumahnya. " ahhh bapak bercanda ???" kata pengemis tersebut dengan nada kesal. " tidak ..saya tidak bercanda ..pergilah" kata Pak Jafri dengan enteng. Pengemis itupun pergi dengan muka kesal, entah apa yang ada di fikirannya, yang jelas dari jauh saya melihat dia membuang daun itu dan menginjaknya.

" Saya sudah berbicara dengan istri dan anak saya yang ada di warung makan, bahwa kalau ada orang yang datang dengan membawa daun mangga yang saya ambil dari pohon didepan warung, maka tolong kasih makan dengan apa saja yang dia minta...mereka tahu kalau saya sering menguji keyakinan seseorang, bagaimana mungkin ada yang minta tolong kepada seseorang tetapi dia tidak yakin dengan tempat dia minta tolong....ya mending gak usah minta tolong sekalian..ya gak.....ya semua ini iseng saja sih ....dan gak ngejamin juga. ....entah mengapa dengan cara ini saya seperti membuka salah satu rahasia langit bahwa berdoa itu mudah tetapi meyakini isi dari doa kita sendiri yang tidak mudah " kata Pak Jafri menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Di masjid Pak Jafri memang terkenal dengan orang yang suka bercanda dan selalu optimis terhadap segala sesuatu.


Banyak orang yang menjadikan doanya sebagai sebuah rutinitas, bukan sebagai kebutuhan, maka wajar saja orang Jepang tersebut mengatakan " Have you met your God" karena wajah-wajah orang yang baru bertemu dengan tuhannya pastilah berbeda dengan yang belum atau tidak bertemu sama sekali. Lihat dan pandanglah wajah orang yang akan bertemu orang yang dicintainya dengan yang telah bertemu dengan orang yang dicintainya, pastilah berbeda, wajahnya pasti berseri karena bahagia. Mungkin saja wajah temanku masih terlihat kusut setelah sholat sehingga dia bertanya seperti itu, seperti ingin mengatakan bahwa " sebenarnya anda tidak pernah bertemu siapa-siapa selain diri dan fikiran anda sendiri"






1 komentar:

isi ceritanya sederhana...
tapi pesan yang disampaikan begitu dalam...
membuat kita termotivasi untuk berintrospeksi sudahkah doa-doa yg kita panjatkan dibarengi dengan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...?

Posting Komentar

Menu Pencarian

Cermin

Tidak ada yang lebih menarik selain senyuman melihat rekaman cerita oranglain dan berharap tidak ada pantulan bayangan yang menerpa diri kita

Untuk Rumah Ilmu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Tukaran Link

Sebuah Titik


silahkan sorot pada text di dalam tabel


Indonesian Blogger